Monday, August 19, 2013

Me-ran-tau

Jadi kan ceritanya postingan terakhir baru ngomongin mau masuk kuliahan nih, nah aku Alhamdulillah udah dapet kuliahan. Yaa bersyukur banget deh bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Universitas Airlangga, dan menjadi seorang satria Airlangga. Yak, Universitas Airlangga yang terletak di kota Surabaya yang membuatku otomatis menjadi seorang perantau nak menimba ilmu.

Ngobrol-ngobrol soal perantau, asik kok, nambahin pengalaman gitu. Ibarat main RPG levelingnya cepet kalau merantau hahahaha. Yaa walaupun belum lama aku di Surabaya ini, yang jelas ada cerita, bahkan banyak cerita yang bisa kutulis disini.

Yang pertama itu, merantau, identik dengan hidup sendiri, dan hidup sendiri lebih pas kalau ngekos. Di kosan itu kesan pertama, "wih, payah nih hidup. Ga ada yang masakin, mikirin cucian, gosokan, duuuh ruibeet". Itu benar!!! Yang awalnya soal perut itu tinggal makan, atau kalau sekali-sekali mau makan enak gampang, karena persediaan uang infinity. Lah sekarang semua berubah, sekarang mikirin dompet, mikirin perut, ama mikirin kombinasi antara enak, dan irit. Apalagi kalau orangnya napsuan, bentar bentar fast food si kakek atau si M, wah bisa bisa akhir bulan kamu tuh makan numpang ke tetangga kosan.

Yang kedua, itu environment. Aku kan dari Medan, dan Alhamdulillah dari Medan, jadi pas pindah ke Surabaya masih terbiasa. Di Surabaya ini tuh panasnya ga jauh beda kayak Medan, cuma di Surabaya ini kalau sore berangin. Jadi lebih adem gitu. Tapi kan ya, denger denger sih Surabaya itu rawan banjir. Wong, kotanya deket laut, toh gampang banjir. Tapi itu gamasalah, tenang aja, kalau pun banjir, paling sepatu aja sih yang basah. Jangan sampe dompet basah loh ya, ntar foto si doi bisa rusak WKWKWKWK

oke yang ketiga dan yang paling penting itu beradaptasi. "KALO LO MERASA LO GA PANDE BERADAPTASI, GUE SARANIN LO JANGAN MENINGGALKAN KETEK MAMAK LO DEH!"
Kenapa aku negasin begitu? Ya karena kalau ga pande, bentar bentar ngeluh. Apa-apa ngeluh, ya makanannya keasinan lah, ga tau kemana mana naik apalah, ga ada yang dikenal lah. Pasti ada aja excuse buat dilontarkan. Tapi ya itu, cari kawan pelan pelan, adaptasi pelan pelan, jalan kemana mana pelan pelan. Namanya baru pindah, mana bisa langsung tau semua. Aku aja ga yakin kau tau semua nama jalan dan tempat makan enak di daerah asalmu. Terus cari temen-temen yang bener-bener bisa kita percayain. Yang bakal ngayomin kita pas kita lagi down. Mau minta tolong sama siapa kalau ga mereka? Emang bahasa daerah dan logat di Indonesia ini sangat banyak. Tapi kita kan BHINNEKA TUNGGAL IKA. Aku yakin kok, bahasa kita dipersatukan oleh bahasa INDONESIA.

Selagi euforia 17-an masih hangat nih, MERDEKA!!! MERDEKA!!! MERDEKAAAAAA

Sunday, June 30, 2013

Late post

Wah ga terasa hampir 4 minggu gak nyentuh ini blog. Rasanya 4 minggu terakhir ini ga ada waktu sama sekali senam jari!!! Padahal tiap hati jariku menari-nari di atas petak-petak berhuruf ini loh, tapi kenapa ga sempet nulis yak? Alasan utamanya sih sebenarnya  gara-gara gak disempetin.

Yah, semua hal pasti tidak akan sempat kalau gak disempetin. Ga ada yang akan siap kalau gak dikerjain, mungkin itulah simpelnya. Kita pun hidup harus begitu, kalau ada tugas, main game dulu, dipuas-puasin. Nah kalau udah puas, fokus ngerjainnya, kalau bisa begitu dikasi, kalau ada waktu luang langsung dikerjain. Jangan ditunda-tunda, tapi kalau mau main game dulu, yaa bolehlah.

Sama seperti belajar, belajar itu jangan nanti-nanti. Misalnya latihan bunuh soal, itu bunuhin satu-satu. Yang perlu dibunuh itu cuma satu!!! Mati satu, bunuh lagi, mati lagi, bunuh lagi. Begitu seterusnya sampai ketemu soal yang payah banget, sampai ga bisa dibunuh. Nah itu waktunya minta tolong, biar kayak multiplayer asli asli gitulaah. Emang jelas multiplayer itu sangat membantu kita. Apalagi kalau emang udah ada partner yang bener-bener bisa dibilang partner. Itu pasti akan membantu kali!

Bicara soal partner, seorang teman pernah bilang kepadaku,
Teman itu, adalah mereka yang mendorong kita ke arah yang lebih baik. Bukan malah menjerumuskan kita ke hal yang tidak layak, walaupun itu mengasyikkan
Sejak saat itu, aku makin pilih-pilih cari kawan. Maksudku kawan yang bener-bener "kawan". Bukan sembarang "kawan" yang bisa kita cari di pinggir-pinggir jalan. Kitalah yang paling tau yang mana yang akan membawa kita ke arah yang lebih baik. Untunglah teman-teman aku para pencerah. Kalau aku pandai ngedit video udah buat film "The Enlightens" nih!!! (sounds crazy). Tapi pokoknya pandai pandai cari teman deh,

Wah aku nulis kayaknya jauh banget ya dari topik. Akhirulkalam,
Be Older, Be Better!

CMIIW GUYZ!

Saturday, June 8, 2013

One of My Goals

What do I supposed to post? What do I supposed to write to make good posts? Well those questions always in my mind whenever I've started to write. But those were not the things that made me couldn't post lately. I went to my parents' house in Pematang Siantar. It's a small city in North Sumatra, Indonesia. Nice and peaceful city to spend your days with still-fresh air which hard to be found now. Unfortunately, Siantar doesn't have much places to go to. So, I spent my whole days just walking around my neighborhood, saying hello to old friends, looking what differences happened, same thing you'd do if coming to old neighborhood.

Enough with Siantar, let's go back to Medan. Happy I can feel the hot air in Medan again. Not happy to spend my days with the whole same things everyday, again. Study. Yes, study. "Why you supposed to study everyday? Have a life, dude!! Enjoy your holiday." Well, you can say that after the 19th of this month. I will have an entrance examination to universities in 19th, called SBMPTN, which I've told you before, so that I can continue my study. Do you want to know what will be my major? Yes, I'll tell you.

I'm hoping that I could enter medical faculty in University of Indonesia, where only the best of the best can enter that famous faculty. I think it's the best medical faculty in Indonesia. Why? Because it's UI (University of Indonesia). UI is #1 University in Indonesia (articles in google said that). To continue study in UI is everyone's dream, I suppose. UI provides us many things that can make us comfortable to study. And the tuition fee is not a problem there. If we can't afford the tuition fee, we could just submit a scholarships, so that we can continue our study. Many remissions will be given if you don't have much money to pay all of those.

But what makes me want to enter UI so bad is my parents. My parents always put a high expectation whether I could enter UI. I just really wanted to make them proud of me. See me using yellow jacket, see me graduating from UI next 4 years. I will study hard just to make it happen, dude!!! I'm using "Ora et Labora" principle now. Hoping that God will appreciate my efforts, so that He would allow me to continue my study there. But I wouldn't be desperate if I couldn't enter that glorious university. Few accepted, most will be rejected. All I can do now is working hard, right? What would you say? We mustn't go through bad way, like bribing the officials, to achieve our dreams. I do agree with someone statement, "Do all things you can do to complete your dreams", but I don't agree if you using your parents' money just to show off. I really don't like that kind of people.

Dreams are the things that make our life full of fun. We have to enjoy the process we do when we're achieving our goals. Don't you ever care too much what would happen, if you completing or not completing your goals, because we don't have that power to make ourselves always win, or always succeed. God has it. So, pray for them, fight for them!! One word from the society, "You can't choose when you'd fall, but you will have to choose whether you'd stand up, or just falling deeper".

Thanks for reading bros. Comments, suggestions, and critics will make my writings better.

Thursday, May 30, 2013

Intensif mode: ON

Dari total 765.531 siswa yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, sebanyak 133.604 siswa dinyatakan lolos seleksi. (kompas.com) 
Kalau pakai kalkulator, itu sekitar  631.927 siswa yang bisa dibilang kemenangannya di-pending dulu. Mungkin hampir semua lulusan SMA/sederajat ini, ingin melanjutkan studi ke ptn yang mereka idam-idamkan. "Ptn gitu lho, siapa yang gamau coba? Pendidikan terjamin, biaya kuliah terjangkau, lulusan ptn akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kerja yang lebih besar, imej di mata orang pun akan bagus" Dan banyak lagi alasan-alasan orang yang sangat logis untuk dijadikan sumber semangat agar diterima di ptn.

Bagi mereka-mereka yang tidak lulus (termasuk aku), masih sangat mungkin untuk lulus di ptn yang diidam-idamkan selama ini. Mungkin lewat jalur snmptn tertulisnya atau yang tahun ini dikenal sebagai SBMPTN, atau lewat ujian-ujian masuk mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing universitas. Pasti mereka tidak akan patah semangat hanya gara-gara belum dipanggil dari universitas-universitas yang ada di Indonesia, malah makin semangat untuk belajar dan belajar agar dapat menduduki posisi aman jurusan masing-masing di sbmptn nanti.

Maka dari itu, tidak sedikit siswa yang mendaftarkan dirinya ke bimbel-bimbel yang mereka percayai untuk mengikuti intensif, yang mana yang akan membantu mereka mempersiapkan diri untuk sbmptn nanti. Ada yang orangnya di sekolah datang, duduk, pulang, tapi semenjak ikut intensif, kemana-mana bawa buku soal, walaupun ada sebagian yang cuma dibawa aja, tapi yaaa setidaknya dengan membawanya sudah merupakan permulaan yang bagus.

Ya, soal pun menjadi makanan sehari-hari anak-anak bimbel yang mengikuti intensif. Ada yang datang kepagian pulang kemaleman, sampe ada yang gara-gara datengnya telat, pulang besoknya (ekstrem banget gak tuh). Aku ga menyalahkan semangat mereka yang begitu besar, tapi kalau aku pikir-pikir, apa gak kasian tentornya tuh? "Tentor masih manusia kali, kami juga butuh istirahaaaat. Tapi demi mimpi kalian, kami akan mengorbankan waktu luang kami deh demi adik-adik sekalian. Apa sih yang enggak buat adek?" Mungkin kalau aku menjadi tentor, aku juga akan berpikiran seperti itu. "Mungkin" + "Kalau". Ga kebayang deh kalau lagi belajar, dan tiba-tiba menemukan suatu materi pelajaran yang kita tidak ngerti sama sekali, dan tidak ada tempat untuk bertanya.

Emm, mungkin sekitar 3 mingguan lagi, mereka akan berperang dalam sbmptn. 3 minggu ini bukanlah waktu yang lama, apalagi buat mereka yang tiap hari intensif. Datang pagi, eh tiba-tiba udah ashar aja. Kemudian pulang, makan, istirahat. Besoknya gitu lagi. Siklus yang sangat menarik untuk dicoba bukan? Tapi memang inilah cara yang paling efektif dalam mempersiapkan kemenangan. Mereka (dan aku) ini calon pemenang, semua peserta adalah calon pemenang!!. Tinggal, apakah kita bisa nge-claim kemenangan kita yang awalnya terpending itu? Bisakah kita merebut posisi aman dalam ujian sbmptn tersebut? Hanya kitalah yang bisa menjawabnya.

Sekian dan sama-sama.

D+3 Announcement

Well, it's currently the day plus three after the announcement of snmptn invitation. Let me tell little things about this event. Snmptn is an annual event which, randomly I'd say, choose students in whole Indonesia to enter university without any test or something like that. They have more quotas for us to enter the university this year than last year. "Why?", you'd say. Yes, the whole system is up to them. The system is continuously changing every single year. We will not know what addition that will be added next year. We just could hope.

Many students called this event as "Lucky box", where you could get prize if you're luck, or not if you're don't. I do not know what the exact valuations for this year's lucky box. Some people said that it is from your each semester reports, some said from your, what we called it, luckiness I guess, and the others said from your relations (?). I really confused about these things, but let us just skip this.

Yeah back to the topic. The day that the announcement was announced, many of my friends got the prizes, lucky them! But not few of us didn't get that jackpot. It was really sad that we knew our friends  who didn't get the prize, put under stress, under pressures. It just really a thing that you wanna see. Me, myself, didn't get that. But, I'm sober. I just have to control myself, and let positive things flow around my mind. I just have to think that I will get that in a moment, and I succeed, Wow! Desperately, I saw  my friends opened their sadness up. I rarely saw my friends sharing the happiness to us who didn't get the invitation. Just what on earth will be happened if you just tell us where the invitation invited you to? What the hell, man. Seeing them hiding their happiness WAS the worse thing I saw than the ones who opened up their sadness.

Whatever. I just annoyed to them. Both types. But this is the day plus three after the announcement day. My friends who got the invitations, showed their smiles, which really makes me happy. And the rest of us who didn't get it, stand up right now. I just really happy to see their spirit. You can imagine by yourself, them who sobbed three days ago, showing big smiles and loud laughs now! Their spirit to study hard really expressed in their faces. I really wondering how big their smiles could be if they pass the sbmptn next month. I just wanted to know..

First time writing curhat in English. This is really a challenge for me. I really hope your editing if my grammar's bad. Or you just can say:

Monday, May 27, 2013

Sekian Menit Menuju Pengumuman

Hai, aku ga ada kerjaan, dan 125 menit itu lumayan lama untuk dihabiskan hanya dengan duduk termenung menerawang masa depan yang sama sekali tidak bisa ditebak. YA! PENGUMUMAN SNMPTN 125 menit lagi aaaaa. (Paling enggak 125an menit pas aku lagi nulis ini). Ngapa-ngapain aja kayak udah jadi pertanda untuk hasil snmptn!!! Mulai liat tweets di twitter, liat curcol-an anak muda gagal gaul di facebook, berita buat down di televisi, pokoknya semua ibarat dunia pengangguran akan berakhir dalam menit-menit ini. Kenapa tidak? Undangan gitu loh! Lulus undangan langsung kuliah gitu loh! Siapa yang gamau coba... *muka merah anyep*

Sebenarnya gak ga ada kerjaan kali, yang jelas nyiapin mental dengan sugesti sugesti positif. Ga lulus undangan, bukan berarti ga lulus ujian hidup! Ga berarti lo langsung tewas di tempat begitu melihat lo ga lulus, kan? Seperti, "ah belum rezeki. Masih banyak jalan menuju ptn yang kutuju", atau "Alhamdulillah deh, semoga yang terbaik. Yang penting udah usaha di jalan yang halal",  atau kalau mau lebih ekstrem "yes, bisa malakin orang yang lulus". Intinya jangan sampe berbuat anarkis hanya karena merasa iri dengan temen lo yang lulus.

Menit menit terakhir gini ya emang sih rasanya agak agak debar (baca: debar banget, debar kali, debar sangat, debarrrrrrr), tapi gapapa, jalani aja. Toh waktu ga berenti kok. Bagi yang islam, doa banyak banyak, bagi yang kristen, doa banyak banyak, bagi yang budha, hindu, juga berdoa banyak-banyak, kecuali bagi yang atheis, bagusan lo cari Tuhan dulu deh. Cuma doalah yang akan membantu me-legowo-kan hati. Soalnya mau usaha apalagi yang bisa kita usahakan sekarang? Mungkin mas mbak pembaca berpikir, "Lah, lo kok ga berdoa. Malah nulis blog?"

Ya itu, lakukan hal-hal yang positif, aku mau cerita aja gimana perasaan debar kek gini langsung dari penderitanya. Bagi yang udah pernah ngerasain pasti tau gimana, bagi yang belum pernah, selamat merasakannya tahun tahun ke depan. Ibarat menunggu pengumuman snmptn undangan ini jadi suatu proses menuju kedewasaan di negara kita ini. Kalau belum ngerasain, gak afdol rasanya hidup ini. Apalagi rasanya lulus, pasti ada yang bisa diceritain ke keluarga kita yang keseruannya permanen!!

Bagi yang lagi nunggu juga, pasti di tabnya udah membuka laman pengumumannya, kan? (sama aku juga!) Kalau saran aku sih, ya ngapain gitu kek yang bisa ngelupain rasa debar sejenaknya ini. Kayak aku, nulis, sambil dengar musik, sambil geleng-gelengin kepala gara-gara dengar lagu om psy. Rencananya sih abis ini mau gangnam style-an juga, tapi niat tersebut kuurungkan mengingat nanti kecapekan, malah ketiduran, eh kelewatan deh pengumumannya. Jadi, intinya siapin mental. (e pepet, bukan e taling)

Sekian dan sama-sama

Mukaddimah

Sudah sekitar 2 tahun sejak kali pertama merilis blog ini dengan sangat sukses. Harusnya sudah bejibun post yang beredar dari blog ini, tapi yaa karena mungkin ga ada  niat untuk ngeblog atau emang ga ada waktu untuk nulis, alhasil blog kosong melompong. Tapi, karena sudah berani me-reborn-kan blog ini, ya aku berharap dapat menghibur pembaca sekalian.

Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Ada benarnya juga sih, kalau kita tidak saling kenal, apa mungkin kita akan memberi feedback? Langsung saja, namaku fiko. Ga masalah sih mau manggilnya apa, mas admin, mas bro, mas mas, yang penting semua senang di mana mana hatiku senang.

Oke. Pasti kalian bertanya-tanya kenapa aku mulai tertarik untuk terjun ke dunia per-blog-an? Yaa pertama buat blog ini sih iseng doang. Makanya gak terurus. Tapi belakangan ini aku sadar aja, tempat kita berbagi tidak hanya kelaurga, teman dekat, tetangga, ibu kos, nenek kos, tukang cuci di tempat kos, bahkan tukang rantangan yang sering nganterin ke kosan, tapi semua tempat umum dapat kita jadikan tempat berbagi. Emang sih kalau di tempat umum, kita tidak selayaknya membeberkan masalah pribadi yang lebih baik dipendem di dalem hati aja, tapi paling enggak kita dapat mencurahkan ke dalam bentuk tulisan, yang sedemikian rupa, yang bisa saja menghilangkan kejenuhan kita, memperkecil masalah kita, atau bahkan membahagiakan kita. Hebat bukan? Apalagi kalau tulisan kita dapat menghibur orang lain yang membaca. Tentu bisa menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kita.

Nah, suatu ketika, film cinta brontosaurusnya bang Raditya Dika nongol di bioskop terjauh. Karena jauh, aku ga ada niat untuk nonton, tertarik pun enggak. Entah kenapa pas mau nonton film hollywood bareng temen-temen, malah berakhir di studio yang menayangkan cinta brontosaurus, walau agak kecewa saat pertama karena tidak jadi menonton film yang diinginkan, tapi setelah keluar dari studio malah mendapatkan arti hidup yang sangat berharga. "jangan bilang tidak suka sebelum mencoba." Sejak hari itu, aku penasaran ama bang dika. Jadi aku googling di yahoo, dan membaca beberapa artikel yang ditulis oleh bang radit, dan berakhir di youtube dan menonton kambing jantannya (ketagihan ini ceritanya).

Jujur sekitar dua tiga gayung air mata yang mungkin akan keluar pada saat itu, yang gagal keluar karena merasa gentleman, tidak cukup untuk memaparkan apa-apa saja yang dapat kita pelajari dari situ. Di film itu, bang dika bilang "Cita-citaku sebenarnya sederhana, Ma. Aku itu, cuma pengen cerita." Di situ aku kenak kali. Sepertinya terlalu banyak cerita yang mungkin dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua, tapi hanya tersimpan di sini *nunjuk jantung*. Eh *nunjuk rambut*. Aku juga teringat seseorang pernah bilang, tapi aku udah lupa dia siapa, "umur kita ini tidak akan cukup panjang untuk merasakan seluruh pengalaman. Simpelnya, kita tidak bisa mengalami semua itu dalam kurun waktu 60-70 tahun.". Kalimat yang pernah dia bilang seperti, "wah, kemana aja aku selama ini?". Mungkin ke depannya, akan makin banyak orang yang merasa sepertiku. Tidak perlu takut untuk mencoba, kalau gagal, wajar kan? Namanya juga first try. Dan orang professional itu, tidak ada jika mereka tidak melewati yang namanya "newbie".

Sekian dan sama-sama