Dari total 765.531 siswa yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, sebanyak 133.604 siswa dinyatakan lolos seleksi. (kompas.com)Kalau pakai kalkulator, itu sekitar 631.927 siswa yang bisa dibilang kemenangannya di-pending dulu. Mungkin hampir semua lulusan SMA/sederajat ini, ingin melanjutkan studi ke ptn yang mereka idam-idamkan. "Ptn gitu lho, siapa yang gamau coba? Pendidikan terjamin, biaya kuliah terjangkau, lulusan ptn akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kerja yang lebih besar, imej di mata orang pun akan bagus" Dan banyak lagi alasan-alasan orang yang sangat logis untuk dijadikan sumber semangat agar diterima di ptn.
Bagi mereka-mereka yang tidak lulus (termasuk aku), masih sangat mungkin untuk lulus di ptn yang diidam-idamkan selama ini. Mungkin lewat jalur snmptn tertulisnya atau yang tahun ini dikenal sebagai SBMPTN, atau lewat ujian-ujian masuk mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing universitas. Pasti mereka tidak akan patah semangat hanya gara-gara belum dipanggil dari universitas-universitas yang ada di Indonesia, malah makin semangat untuk belajar dan belajar agar dapat menduduki posisi aman jurusan masing-masing di sbmptn nanti.
Maka dari itu, tidak sedikit siswa yang mendaftarkan dirinya ke bimbel-bimbel yang mereka percayai untuk mengikuti intensif, yang mana yang akan membantu mereka mempersiapkan diri untuk sbmptn nanti. Ada yang orangnya di sekolah datang, duduk, pulang, tapi semenjak ikut intensif, kemana-mana bawa buku soal, walaupun ada sebagian yang cuma dibawa aja, tapi yaaa setidaknya dengan membawanya sudah merupakan permulaan yang bagus.
Ya, soal pun menjadi makanan sehari-hari anak-anak bimbel yang mengikuti intensif. Ada yang datang kepagian pulang kemaleman, sampe ada yang gara-gara datengnya telat, pulang besoknya (ekstrem banget gak tuh). Aku ga menyalahkan semangat mereka yang begitu besar, tapi kalau aku pikir-pikir, apa gak kasian tentornya tuh? "Tentor masih manusia kali, kami juga butuh istirahaaaat. Tapi demi mimpi kalian, kami akan mengorbankan waktu luang kami deh demi adik-adik sekalian. Apa sih yang enggak buat adek?" Mungkin kalau aku menjadi tentor, aku juga akan berpikiran seperti itu. "Mungkin" + "Kalau". Ga kebayang deh kalau lagi belajar, dan tiba-tiba menemukan suatu materi pelajaran yang kita tidak ngerti sama sekali, dan tidak ada tempat untuk bertanya.
Emm, mungkin sekitar 3 mingguan lagi, mereka akan berperang dalam sbmptn. 3 minggu ini bukanlah waktu yang lama, apalagi buat mereka yang tiap hari intensif. Datang pagi, eh tiba-tiba udah ashar aja. Kemudian pulang, makan, istirahat. Besoknya gitu lagi. Siklus yang sangat menarik untuk dicoba bukan? Tapi memang inilah cara yang paling efektif dalam mempersiapkan kemenangan. Mereka (dan aku) ini calon pemenang, semua peserta adalah calon pemenang!!. Tinggal, apakah kita bisa nge-claim kemenangan kita yang awalnya terpending itu? Bisakah kita merebut posisi aman dalam ujian sbmptn tersebut? Hanya kitalah yang bisa menjawabnya.
Sekian dan sama-sama.
Do your best, you'll get what you deserve.
ReplyDelete